Tuesday, October 4, 2016

Pontianak Kota Wisata Paling Menarik Di Indonesia - Rizal



Pontianak Kota Wisata Paling Menarik Di Indonesia
Kota Pontianak adalah kota di Indonesia yang letaknya berada tepat di bawah garis cakrawala katulistiwa. Kota yang menjadi ibukota Provinsi Kalimantan Barat ini juga dilalui oleh sungai kapuas, sungai terpanjang di Indonesia. Luasnya yang mencapai 107 km2 dengan jumlah penduduknya sekitar 554.764 jiwa ini membuat Pontianak menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan pemerintahan di Kalimantan Barat. Pesatnya pembangunan dan arus globalisasi tak urung sering kali membuat banyak orang tak tahu tentang sejarah dan mulai dari berdirinya hingga perkembangannya saat ini. Dan ada beberapa tempat yang ada pontianak kota wisata paling menarik untuk di kunjungi
Ingin tau tempat - tempat wisata paling menarik di kota pontianak ?
Mari kita simak disini beberapa tempat  pontianak kota wisata paling menarik di indonseia yang dapat kita untuk di kunjungi, yaitu:   
1.  Taman Alun Kapuas 


                                                Sumber gambar : nationalgeographic.co.id

Taman Alun Kapuas adalah salah satu ruang publik (Public Space) atau lokasi wisata paling menarik yang sangat terkenal di kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat yang merupakan proyek ‘Waterfront City dari dari Pemerintah Kota Pontianak. Alun-alun Kapuas itu sendiri terletak di Pinggiran Sungai Kapuas, Pontianak, tepatnya berada di depan kantor walikota Pontianak yakni di sekitaran Jalan Rahadi Usman.
Taman Alun-Alun Kapuas ini memiliki bentuk dan dekorasi yang amat tertata rapi, sehingga tempat ini sering menjadi sarana refresing bagi beberapa kalangan masyarakat umum kota Pontianak, apalagi di tambah dengan adanya air mancur yang sangat indah, dengan dikelilingi anak-anak tangga taman alun-alun Kapuas serta ditambah dengan replika Tugu Khatulistiwa Berita Terbaru dan terkini yang menjadi kebanggaan masyarakat Provinsi Kalimantan barat ini
Sejarah Taman Alun Kapuas
Taman ini sudah ada sejak puluhan tahun yang lalu, dan sejak pertama kali di bangun hingga sekarang, Taman Alun-Alun Kapuas ini tetap menjadi ikon dari Kota Pontianak itu sendiri. Taman Alun-Alun Kapuas ini telah beberapa kali di renovasi, Pembangunan yang pertama telah dilakukan sekitar tahun 1990-an, lalu renovasi taman yang kedua dilakuan pada tahun 2011, dan pada tahun 2012 Pemerintah kota Pontianak sedang melakukan Proyek renovasi yang ketiga, menurut dia renovasi kali itu untuk memperluas daerah Taman Alun-Alun Kapuas, menambah beberapa air mancur lagi, serta membangun beberapa sarana dan prasarana untuk para pengunjung, hal ini bertujuan agar taman ini Semakin di kagumi para wisatawan, terutama wisatawan mancanegara. Saat ini luas dari Taman Alun-alun Kapuas, sudah mencapai kurang lebih sekitar tiga hektar, angka tersebut sudah dua kali lipat dari luas Taman sebelumnya yang hanya berkisar kurang lebih 1,5 hektar. Masyarakat kota Pontianak juga berharap agar proyek perluasan dan pembenahan Taman Alun-Alun Kapuas ini bisa selesai di akhir tahun 2012 atau pada awal 2013. Dan sekarang tahun 2016 ini Taman Alun Kapuas semakin indah dan menarik untuk dikunjungi. Sedangkan lahan yang digunakan untuk meluaskan areal Taman Alun-Alun Kapuas ini adalah lahan bekas Balai Prajurit milik Komando Daerah Militer ( Kodam ) XII Tanjungpura.

       2. Rumah Radakng
Sumber gambar : http://www.amabeltravel.com

Rumah Radakng Merupakan rumah khas suku Dayak, Rumah Radakng, Rumah Betang atau Rumah Panjang merupakan objek yang wajib dikunjungi jika bertandang ke Kal-Bar. Mulai dari rumah betang yang masih tradisional di Kampung Saham Kab. Landak hingga rumah radakng modern di kota Pontianak bisa dijadikan pilihan anda untuk mengenal kehidupan sehari-hari orang Dayak.
Sejarah Rumah Radakng
Rumah panjang di Kalimantan Barat atau yang disebut radakng ternyata ada yang dapat dilestarikan dan masih dihuni ratusan keluarga masyarakat Dayak. Salah satunya terletak di Dusun Saham, Desa Saham, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak, sekitar 200 kilometer dari ibu kota Kalbar, Pontianak. Rumah adat yang dihuni suku Dayak secara turun-temurun ini dibangun pada 1875.

Sekitar tahun 1960-an, terjadi penghancuran rumah adat suku Dayak oleh pemerintah kala itu. Pemerintah menganggap, gaya hidup komunal masyarakat Dayak menyerupai gaya hidup komunis. Pemerintah khawatir dengan semangat solidaritas penghuninya yang dapat mengancam keamanan negara dan tuduhan hidup bersama di rumah panjang tidak sehat karena bertentangan dengan moral.


   3. Istana Kadriah


Sumber Gambar : http://www.kratonpedia.com

Istana Kadriah yang merupakan Istana terbesar dan wisata paling menarik di Provinsi Kalimantan Barat ini terletak kurang lebih 4km dari pusat kota dan terletak di Kampong Dalam Bugis, kecamatan Pontianak Timur. Keberadaan Istana yang terletak di tepian persimpangan antara sungai Kapuas dan sungai Landak ini sempat mengalami beberapa proses renovasi dan rekonstruksi. Namun keaslian arsitektur bangunan serta barang-barang peninggalannya tetap terjaga hingga saat ini.
Sejarah Istana Kadriah
Istana  ini di dirikan oleh Sultan Syarif Abdurrahman Alkadri sekaligus sebagai pendiri Kota Pontianak pada 14 Rajab 1185H atau 23 Oktober 1771M. Tanggal tersebut juga bertepatan dengan  hari jadi Kota Pontianak yang selalu dirayakan setiap tahun.
Arsitektur Istana Kadriah dipengaruhi oleh beberapa perpaduan budaya seperti Melayu, Kolonial Belanda dan Timur Tengah. Pada bagian atas pintu utama terdapat lambang bintang dan bulan sabit. Konstruksi Istana hampir semuanya menggunakan kayu besi, sehingga memiliki ketahanan yang sangat kuat dan lama. Seperti ciri khas bangunan lokal di Pulau Kalimantan pada umumnya, bangunan istana juga memiliki kolong yang agak tinggi untuk menghindari banjir dan binatang buas. Istana yang terdiri dari empat lantai ini memiliki sebuah anjungan yang berorientasi ke sungai. Bagian utama lantai berdenah segi empat, dikelilingi oleh serambi. Keberadaan serambi yang mengelilingi lantai ruang utama ini juga merupakan bagian dari ciri khas bangunan tropis.
Istana kadriah memiliki tiang-tiang bagunan yang tinggi. Hal ini sesuai dengan iklim setempat serta kebiasaan yang sudah turun temurun di pulau Kalimantan. Tinggi tiang penyangga rumah sekitar dua sampai dua setengah meter.   Tinggi rumah induk bagian atas sekitar tiga atau tiga setengah meter. Suasana di dalam ruangan terasa sejuk dan segar karena memiliki banyak jendela serta lubang angin (ventilasi). Jendela pada Istana Kadriah disebut dengan sebutan Tingkap atau Pelingkuk. Bentuknya sama seperti bentuk pintu, tetapi ukurannya lebih kecil dan lebih rendah. Lantai ruangan bagian utama lebih tinggi dibandingkan dengan lantai beranda depan dan beranda belakang. Lantai beranda lebih tinggi dari lantai selasar. Lantai selasar lebih tinggi dari  lantai dapur. Demikian pula beranda belakang. Lantai dapur lebih rendah lagi dari lantai beranda belakang dan yang paling rendah adalah lantai Selang atau Pelataran. Lantai selang dibuat jarang berjarak sekitar dua jari dengan lebar papan empat inci. Papan dinding dipasang vertical. Tangga istana menghadap ke jalan umum. Kaki tangga terhunjam ke dalam tanah atau diberi alas dengan benda keras. Bagian atas disandarkan miring ke ambang pintu dan terletak di atas bendul. Anak tangga dapat berbentuk bulat. Anak tangga kebanyakan berjumlah ganjil. Sebab menurut kepercayaan, bilangan genap kurang baik artinya. Tangga depan selalu berada di bawah atap dan terletak pada pintu serambi muka atau selang muka. Tangga penghubung setiap ruangan terdiri atas satu atau tiga buah anak tangga. Di sebelah kiri dan kanan tangga ada kalanya diberi tangan tangga yang dipasang sejajar dengan tiang tangga. Dan selalu diberi hiasan berupa Kisi-kisi Larik (Bubut) Anak tangga adakalanya diikat dengan tali kepada tiang tangga. Tali pengikat terbuat dari rotan.

4.   Monumen Sebelas Digulis Kalimantan Barat


Sumber Gambar : http://ericopieter.blogspot.co.id

            Taman DiGulis adalah salah satu pontianak kota paling menarik di kunjungi untuk para wisata. Monumen ini terletak di Bundaran Universitas Tanjungpura di Jl. Jend. A. Yani, Kel. Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara. Monumen ini berupa sebelas tugu berbentuk bambu runcing berwarna kuning. Monumen ini diresmikan tepat di Hari Pahlawan pada 10 November 1987 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu Mayjen TNI (Purn.) H. Soedjiman. Monumen ini dibangun untuk memperingati 11 tokoh pergerakan asal Kalimantan Barat yang dibuang oleh pemerintah Hindia Belanda ke Boven Digoel di Papua. Berbeda dengan dua monumen sebelumnya, monumen ini tampak cukup terawat. Apalagi sejak 2013 lalu, dibangun air mancur di sekitar monumen ini, yang sudah tentu menambah keindahan monumen. Selain sebagai sarana peringatan sejarah, mengunjungi monumen ini juga bisa sekaligus sebagai sarana rekreasi.

Sejarah Monumen Di Gulis

Sejarah mencatat, bermula dari terbentuknya Sarikat Islam tahun 1914 di Ngabang. Kemudian pembentukkan Partai Sarikat Islam 1923. Menjadi salah satu bagian penting dalam sejarah pergerakan perjuangan rakyat Kalimantan Barat. 
Karena khawatir pergerakan mereka akan memicu pemberontakan terhadap pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan ini. Seperti yang telah terjadi di Jawa dan Sumatera. Pemerintahan Hindia Belanda kemudian menangkap sejumlah tokohnya. Kemudian dibuang ke Boven Digul, di Papua. Dari nama tempat pembuangan penjara alam itulah, kemudian tugu ini disebut dengan Tugu Digulis.
Tiga dari meraka meninggal pada saat menjalani  pembuangan di Boven Digoel, lima dari para tokoh tersebut wafat dalam Peristiwa Mandor dan tiga orang lainnya meninggal karena sakit. Untuk menghormati dan mengenang kesebelas tokoh tersebut. 
Nama-nama mereka juga diabadikan sebagai nama jalan di wilayah Kota Pontianak. Kesebelas tokoh itu adalah : Moehammad Sohor, asal Ngabang ; Moehammad Hambal alias Bung Tambal, asal Ngabang; Gusti Djohan Idrus, asal Ngabang, wafat dalam pembuangan di Boven Digoel. Haji Rais bin H. Abdurahman, asal Ngabang; Gusti Soeloeng Lelanang, asal Ngabang ; Gusti Moehammad Situt Machmud, asal ngabang ; Gusti Hamzah, asal Ketapang ;  Achmad Su'ud bin Bilal Achmad, asal Ngabang, wafat dalam Peristiwa Mandor; serta  Ya' Moehammad Sabran, asal Ngabang ; Jeranding Sari Sawang Amasundin alias Jeranding Abdurrahman, asal Melapi, Kapuas Hulu, meninggal karena sakit di Putussibau; Achmad Marzuki, asal Pontianak, meninggal karena sakit dan dimakamkan di makam keluarga

    5.   Tugu Khatulistiwa
  Sumber Gambar : http://photobucket.com/images/tugu%20khatulistiwa
 
Tugu Khatulistiwa adalah salah satu ikon di pontianak kota wisata paling menarik di indonesia. Di tempat ini bisa di kunjungi turis berbagai mancanegara yg merupakan salah objek wisata yang terkenal dengan tepatnya matahari di atas kepala pada siang hari yang bisa membuat bayangan tubuh hilang.
Kota Pontianak identik dengan khatulistiwa. Kota ini menjadi salah satu kota yang dilalui garis khatulistiwa, garis lintang nol derajat atau biasa disebut sebagai equator. Di kota inilah dibangun sebuah menara yang diberi nama Tugu Khatulistiwa, sebuah menara yang di bangun oleh tim ekspedisi geografi yang dipimpin seorang ahli geografi berkebangsaan Belanda.
Tugu Khatulistiwa terletak di Jalan Khatulistiwa, Kecamatan Pontianak Utara, Kalimantan Barat. Menuju tugu ini dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat Kota Pontianak. Tugu ini dibangun pada tahun 1928 dengan menggunakan ilmu astronomi. Pengukuran yang dilakukan oleh para ahli geografi saat itu tanpa menggunakan alat-alat yang canggih seperti satelit maupun GPS. Para ahli ini hanya berpatokan pada garis yang tidak smooth (garis yang tidak rata atau bergelombang) dan berpatokan pada benda-benda alam seperti rasi bintang.
Sejarah
Tugu ini kemudian mengalami beberapa kali tahap penyempurnaan. Pertama, pada tahun 1930 bagian yang  disempurnakan adalah pada tonggak, lingkaran beserta tanda panah. Kedua, pada tahun 1938 disempurnakan lagi oleh arsitek dari Indonesia Frederich Silaban. Pada penyempurnaan kali ini, bangunan tugu yang terdiri dari 4 buah tonggak kayu belian, masing-masing berdiameter 0,3 meter, dengan ketinggian tonggak bagian depan sebanyak 2 buah, setinggi 3,05 meter dari permukaan tanah dan tinggi tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah setinggi 4,4 meter. Tonggak tersebut terbuat dari kayu belian, sejenis kayu besi atau ulin.
Memasuki tahun 1990-1991, dibangun replika Tugu Khatulistiwa berupa bangunan pelindung yang dibangun secara permanen. Bangunan pelindung ini berbentuk kubah dan diresmikan pada 21 September 1991 oleh Gubernur Kalimantan Barat saat itu, Parjoko Suryo Kusomo. Bentuk replika ini 5 kali lebih besar dari ukuran tugu aslinya. Dua buah tongga bagian depan dengan diameter 1,5 meter dan ketinggian 15,25 meter dari permukaan tanah. Kemudian 2 buah tonggak bagian belakang tempat lingkaran dan anak panah petunjuk arah dengan ukuran 1,5 Info dengan ketinggian 22 meter dari permukaan tanah dengan panjang anak panah penunjuk arah 10,75 meter.
Selain itu, terdapat keterangan simbol berupa anak panah menunjukan arah utara-selatan (lintang 0’ derajat). Keterangan simbol berupa flat lingkaran yang bertuliskan evenaar (bahasa Belanda) yang artinya khatulistiwa, menunjukkan belahan garis khatulistiwa atau batas utara dan selatan. Sedangkan plat dibawah arah panah tertulis 109 derajat 20’0’’OlvGR, artinya garis khatulistiwa di Kota Pontianak bertepatan dengan 109 derajat bujur timur 20 menit 00 detik GMT (Greenwich Mean Time).
Memasuki ruangan dalam Tugu Khatulistiwa, pengunjung akan melihat foto-foto yang terpajang di dinding bangunan ini. Foto-foto ini berasal dari era 1930an hingga saat ini. Selain itu ada juga foto kunjungan tokoh penting dari dalam negeri dan mancanegara ke tugu ini. Selain itu, ada juga penjelasan mengenai pengetahuan dunia astronomi, seperti data bumi, tata surya, bintang, bulan, matahari dan galaxi. Lukisan relief yang menggambarkan Kota Pontianak dan Tugu Khatulistiwa juga menghiasi dinding di gedung ini.

Menurut pengelola Tugu Khatulistiwa, kedepannya, tugu ini akan dikembangkan dengan berbagai fasilitas dan bangunan baru seperti planetarium, hotel bintang lima, kawasan rekreasi keluarga, water boom, pusat olah raga, pusat kerajinan dan oleh-oleh khas Kalimantan Barat, hingga dermaga untuk kapal wisata.


 Sponsor Resmi:
The Warna Indonesia 
Rental Mobil Pontianak 
Roti Kap Makanan Khas Pontianak
Produk Oriflame @onlinekatalog 

Thursday, September 1, 2016

Penjelasan Select dengan Inner join, Left/Right Outer join, Dan Cross join

Mengabungkan Select dengan Inner join, Left/Right Outer join,  Dan Cross join
 
kali ini saya akan menejelaskan beberapa rangkain penggabungan yg terdiri dari Inner join, Left/Right Outer join,  Dan Cross join. Beberapa penjelasan ini saya untuk menampilkan data dengan menggabungkan tabel.

A. Inner join
Syarat untuk INNER JOIN adalah kedua tabel harus memiliki sebuah kolom dengan nilai yang sama yang akan kita gunakan dalam proses JOIN.

Gambar 1.1

 Gambar 1.2
B. Outer Join
Dengan outer join, tabel akan digabungkan satu arah, sehingga memungkinkan ada data yang NULL (kosong) di satu sisi. Sebagai contoh, kita akan menggabungkan tabel pelanggan dan pesan dimana kita akan menampilkan daftar pelanggan yang pernah melakukan pemesanan (transaksi). Outer Join terbagi menjadi 2 (dua) yaitu LEFT JOIN dan RIGHT.
1. Left Join
Untuk menggunakan left join, kita dapat menuliskannya dengan format seperti dibawah ini :


2. Right Join
Untuk menggunakan right join, kita dapat menuliskannya dengan format seperti dibawah ini :



3. Cross Join
Cross Join. Perintah ini merupakan salah satu bentuk kombinasi dari beberapa kombinasi dalam merelasikan 2 (tabel) atau lebih.

Untuk menggunakan Cross join, kita dapat menuliskannya dengan format seperti dibawah ini :


Saturday, August 27, 2016

cara menggabungkan rangkaian tidak saling terhubung dan rangkaian saling terhubung

Assalamualaikum wr.wb
kali ini saya akan menjelaskan cara menggabungkan rangkaian tidak saling terhubung dan rangkaian saling terhubung

Gambar tabel peminat_buku_sains:


Gambar tabel waktu_baca:


Gambar cara menggabungkan rangkaian saling terhubung "Max"


Gambar cara menggabungkan rangkaian saling terhubung "Min"


Gambar cara menggabungkan rangkaian tidak saling terhubung :


terima kasih atas perhatiannya wassalamualaikum wr.wb

Menambah field dan foregin key "cmd"

Assalamualaikum wr.wb.
kali ini saya akan menjelaskan bagaimana menambah relasi dan menambah field dalam tabel.
perintah yg saya gunakan yaitu : Alter dan Add
langsung saja saya jelaskan 
disini ada tabel data buku yg sudah saya buat dengan Mul hanya satu.




Perintah Alter menambah tabel kolom stok "Add":
Alter table nama_tabel
Add nama_kolom;


 kemudian saya ingin menambah tabel dt_penerbit dgn perintah:
Create table nama_tabel
(nama_kolom tipe_data);



Dan saya akan menambah dan merelasikan tabel data_buku ke dt_penerbit:
Alter table nama_tabel
add foregin key (nama_kolom) references nama_table (nama_kolom);


Ini lah hasil data yg sudah direlasikan dengan tanda Mul


Ok..terima kasih atas perhatian nya 
wassalamualaikum wr.wb


Tuesday, August 23, 2016

Update'an

Assalamu alaikum wr.wb 

Kali ini saya akan memberikan beberapa penjelasan Query Update

A. Select adalah perintah untuk menampilkan data tabel .
Query Select :
Select * from Nama_Tabel; 


 B. Update adalah perintah  untuk mengubah isi data dalam tabel.

Query Update:
Update Nam_tabel 
Set nama_kolom='isi data baru'
where nama_kolom='data lama'; 



C. Delete adalah perintah untuk menghapus isi di dalam tabel

Query Delete :
Delete From Nama_tabel
where nama_kolom='isi data tabel';


Alter adalah perintah dasar untuk mengubah tabel.

D. klausa "Change" berfungsi untuk Field/nama_kolom
Query Change:
Alter table Nama_tabel
Change Column Nama_kolom_lama Nama_kolom_baru Tipe_data_baru;



E. Klausa "Modify" Berfungsi untuk mengubah tipe data tabel.
Query Modify:
Alter table Nama_tabel
modify column Nama_kolom tipe_data_baru;


F. Klausa "Rename" Berfungsi unruk mengubah nama tabel.
Query Rename:
Alter table Nama_tabel_lama
rename nama_tabel_baru;


G. Klausa "Drop" berfungsi semua nama kolom dan isi data tabel.
Alter table Nama_tabel_lama
Drop nama_kolom;



Ok...sampai disini penjelasan Query saya.. terima kasih atas perhatiannya.
semoga bermanfaat dan ikuti kelanjutan saya.

Wassalamulaikum wr.wb.



Friday, August 19, 2016

Cara menjumlahkan data tabel yg sama dengan klausa Select SUM (CMD)

Assalamualaikum Wr.Wb

Cara menjumlahkan data table tentu dengan menggunakan klausa Sum

Pertama Sediakan database yang sudah ada tabel beserta isi di dalam tabel.
Yang saya gunakan adalah tabel dengan nama DATA_BUKU yang sudah di foreign key dengan tabel nama DATA_KATEGORI.

Langsung saja saya tampil kan data buku dengan perintah select dengan gambar :


kemudian gunakan perintah Klausa Sum untuk menentukan data yg sama seperti gambar di bawah ini:

bisa kita lihat data dalam ID_KATEGORI terdapat data yg sama dengan PENERBIT. maka dapatlah hasil seperti gambar diatas.

OK. terima kasih atas pehatian nya semoga bermanfaat...
Wassallamulaikum wr. wb

Friday, August 12, 2016

Berbagai perintah dalam Select Count,SUM,AVG,MIN,dan MAX

Berbagai perintah dalam Select

1. SELECT
Salah satu syntax yang paling penting dalam SQL adalah select.Select berfungsi untuk menampilkan data-data pada tabel-tabel yang terdapat dalam database. Di sinilah terdapat banyak perbedaan antara SQL biasa dan SQL Oracle. Oracle banyak sekali meringkas syntax-syntax menjadi lebih sederhana walaupun sebenarnya oracle juga tetap memerima SQL strandar.
Perintah Select :
Select * from Nama_tabel ;

Perintah Klausa Select :

A. Select "Count"
Berfungsi sebagai menghitung jumlah record dalam tabel.

Perintah Count:
Select Count(Nama_kolom) from Nama_Tabel ;

B. Select "SUM"
Berfungsi sebagai Mengetahui Jumlah Nilai dalam tabel.  

Perintah SUM :
Select SUM(Nama_Kolom yg ingin di jumlahkan)
From Nama_tabel ;

Perintah SUM tergabung dalam Group by dan Order by :
Select Nam_kolom, SUM(Nama_Kolom yg ingin dijumlahkan)
From Nama_tabel 
Group by Nama_Kolom
Order by SUM(Nama_Kolomyg ingin di urutkan);


C. Select "AVERAGE"
Berfungsi sebagai Menghitung rata-rata dalam tabel.

Perintah AVERAGE :
Select (Nama_Kolom yg ingin di rata ratakan)
From Nama_tabel ;

Perintah AVG tergabung dalam Group by dan Order by :
Select Nam_kolom, AVG(Nama_Kolom yg ingin di rata ratakan)
From Nama_tabel 
Group by Nama_Kolom
Order by AVG(Nama_Kolom yg ingin di urutkan);


D.  Select "MIN"
Berfungsi Sebagai Penentu Nilai Minimum

Perintah MIN :
Select Min(Nama_kolom yg ingin di Minimumkan)
from Nama_Tabel ;

Perintah MIN tergabung dalam Group by dan Order by :
Select Nam_kolom, Min(Nama_Kolom yg ingin di Minimumkan)
From Nama_tabel 
Group by Nama_Kolom
Order by Min(Nama_Kolom yg ingin di urutkan);


E. Select "MAX"
Berfungsi Sebagai Penentu Nilai Maxsimun

Perintah Max
Select Max(Nama_kolom) from Nama_Tabel ;


Perintah Max tergabung dalam Group by dan Order by :
Select Nam_kolom, MAX(Nama_Kolom yg ingin di Maxsimumkan)
From Nama_tabel 
Group by Nama_Kolom
Order by MAX(Nama_Kolom yg ingin di urutkan);


Fungsi fungsi :
1. Maksud dari pengelompokkan data adalah menyatukan data-data yang ditampilkan atau diambil dari suatu tabel berdasarkan kriteria tertentu. Untuk mengelompokkan data ini dipergunakan klausa GROUP BY.
2. Mengurutkan Data dengan ORDER BY
3. Mengurutkan data Ascending maupun Descending